Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Poetry

Madinah

Berdesakan Putih-putih Selendang mati Burung dara Anak-anak Angin kepala dingin Kubah hijau Aku tak izin berpisah Hanya pamit sebentar Untuk kemudian kembali Menemuimu lagi Insyaallah Insyaallah Kemas-kemas Bis satu, bis dua Koper, tas jinjing Semua sudah masuk Semua sudah lengkap Ada yang tertinggal. Aku. Ihram, 17 Maret 2019. Di atas bus Madinah-Mekkah.

Kupu-Kupu Malam

Pergi kepompong Tiba kupu-kupu Malam menyongsong Pagi berlalu Ada hujan Lalu pelangi Gelap berembulan Cerah bermatahari Pagi berlalu Matahari sudah padam Datang kupu-kupu malam Mencari pelangi Di hujan berembulan Gelap Menjadi kepompong lagi Dalam selimut laki-laki Basabasi, 2019.

Sehabis Mandi

Andai orang-orang rajin mandi Lima kali setiap hari Tak akan ada saling benci Sebab rasa sehabis mandi Menjadi pupuk bagi sanubari Mendamaikan hati Ini rahasia Tapi musti kupidatokan segera Karena amarah murka Mudah tampak di mana mana Mandilah mandilah Sebab puisi ini Rampung sehabis mandi Jogja, 2019.