Langsung ke konten utama

Puisi Pagi

Tanpa berani kupejamkan barang sedetikpun
Mata ini menelanjangi hari
Ia relakan kelopaknya digagahi mentari
Melibatkan diri dalam skema kebahagian pagi

Masih tak ada desing mesin-mesin
Masih tak ada deru roda-roda

Dedaunan menguning
Bukan karena tak sedap
Sebab hijaunya bercumbu dengan sinar Sang Surya

Tuhan menugaskan malaikatnya
Mengitari penjuru bumi
Mencari manusia yang terjaga di awal hari
Baginya rejeki; tiap-tiap pagi

Ayam jantan masih berisik
Entah untuk siapa ia berkokok
Takdirnya memang begitu
Teriak sana teriak sini
Tiap pagi
Sampai serak suara di tenggorok

Tuhan tugaskan mentari
Bagi rejeki bagi pepohonan yang tumbuh rapi
Klorofil-klorofil itu bereproduksi bersama sehaluan cahaya matahari
Fotosintesis itu anugerah ilahi
Ia rejeki yang menyuplai tenaga bagi akar-akar untuk memeluk bumi
Ia gizi bagi batang-batang kokoh untuk tegak berdiri

Kemana pula embun yang menunggang dedaunan?
Tak kujumpai ia walau sebutir
Siapa yang beruntung menghisapnya lebih pagi dariku?
Ah, siapa yang berani mendahuluiku?
Ayam-ayam itu
Jangan-jangan mereka
Mana bisa ia berteriak tanpa serak?
Pasti mereka
Embun itu membuatnya kuasa bersorak
Ayam-ayam itu
Sepagi ini sudah jingkrak-jingkrak

Depok, 20 Januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumus Rindu

            Tanpa bermaksud mengerdilkan kekuatan super Dilan dalam menanggung beban berat sebuah rindu, sebagai mantan fisikawan abal-abal, saya akan mencoba merumuskan rindu dalam angka-angka untuk mengetahui seberapa berat sebuah rindu yang sedang kita pikul.             Seandainya rindu dapat diilmiah dan diejawantahkan dalam hitung-hitungan bilangan, saya akan katakan bahwa rumus dari rindu adalah jarak dikalikan waktu. Sebab rindu berbanding lurus dengan besaran rentang jarak dan waktu. Semakin jauh jarak seseorang dengan sosok yang dirindukan, semakin besar pula badai rindu yang melandanya. Dan semakin lama waktu terakhir kali berjumpa di antara keduanya, semakin berat pula rindu yang ditanggungnya. R = J x W . R adalah beban rindu yang ditanggung. Mengingat rindu dikaitkan dengan berat (begitu kata Dilan Sang Pakar Rindu), maka dapat dipastikan bahwa satuan ri...

Belajar Tahu Diri dari Gus Miek

"Yang penting kita harus tahu diri. Yaitu menanamkan robbana dholamna anfusana di dalam hati kita masing-masing." Gus Miek. Siapa yang tidak kenal Gus Miek? Mulai dari bromocorah, perempuan penjaja birahi, lady disco, pemabuk, pencuri, maling kelas teri, bandit kelas kakap, tukang becak, pejabat, santri hingga kiai hampir tahu dan mengenal Gus Miek. Gelar yang mereka sematkan kepada Gus Miek juga beragam. Waliyullah, kyai, gus, orang antik dan lain-lain. Gus Miek memang dikaruniai beberapa kelebihan oleh Tuhan. Bahkan ada yang percaya, begitu lahir dunia, Gus Miek sudah diangkat menjadi waliyullah. KekasihNya. Maka tanyakanlah pada setiap sarkub alias sarjana kuburan tentang cerita-cerita Gus Miek. Mereka akan bergairah bercerita beragam kisah seputar keistimewaan Gus Miek yang tidak habis dikisahkan semalam suntuk meski ditemani kepul kopi hitam panas dan gorengan hangat sepiring. Orang terlanjur melihat Gus Miek sebagai individu yang memiliki linuwih. Gus Miek adalah su...

Wonderful Wonder Woman: Review

Ketika DC Extended Universe (DCEU) akan merilis film Wonder Woman, antusias publik biasa saja, tidak heboh. Menurunnya animo itu sebenarnya dapat dimaklumi. Sebab dua film garapan DCEU sebelumnya yang digadang-gadang akan meraup sukses besar, Batman v Superman dan Suicide Squad gagal menjawab ekspektasi besar dari pecinta film. Ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Wonder Woman seolah muncul tanpa beban, nothing to lose. Meski saya tergolong assabiqunal awwalun alias orang-orang yang termasuk dalam golongan awal menonton Gal Gadot (maksud saya Wonder Woman), saya baru sempat menuliskan reviewnya hari ini (kalau tulisan ini layak disebut sebagai ulasan film tersebut, sih). Dan ini akan menjadi tulisan kedua di blog ini yang berkonten ulasan film setelah sebelumnya saya sempat menulis review film Kung Fu Panda 3. Yang paling penting untuk diperhatikan dan diketahui, review ala saya mungkin sangat berbeda dengan tulisan-tulisan lain yang mereview sebuah film diluaran sana. Tulisan s...